CIPUTRA WORLD JAKARTA DIJADIKAN PROYEK PERCONTOHAN OLEH PENGUSAHA PROPERTI SINGAPURA
Para pengusaha properti Singapura menjadikan Ciputra World Jakarta sebagai sebuah proyek percontohan yang menggabungkan berbagai dimensi, mulai dari ekonomi, tata kota, seni, bisnis, sampai lingkungan. Konsep terintegrasi itulah yang juga sedang dikembangkan pengusaha properti asal Singapura.
Demikian kesimpulan dari kegiatan kunjungan pengusaha properti Singapura yang tergabung dalam REDAS ke Ciputra World Jakarta, Rabu sore kemarin. Dr (Hc) Ir. Ciputra sebagai pendiri Grup Ciputra hadir dalam kegiatan yang diisi dengan sesi diskusi tersebut. Turut hadir dalam acara itu, Presiden Direktur PT Ciputra Property Tbk Chandra Ciputra dan Direktur Eksekutif PT Ciputra Property Tbk Artadinata Djangkar.
Menurut Dr (Hc) Ir. Ciputra, dia punya mimpi untuk membangun sebuah kawasan bisnis terpadu di jantung kota Jakarta, namun tidak meninggalkan aspek tata kota dan lingkungan. Selama ini, Jakarta belum memiliki sebuah kawasan bisnis seperti yang dimaksud.
“Kehadiran Ciputra World diharapkan bisa menjawab impian saya, yakni agar Jakarta punya sebuah pusat perbelanjaan dan wisata terpadu. Mimpinya adalah menjadi “duplikat” Orchard Road di Singapura untuk Jakarta,” katanya.
Ciputra World terbagi menjadi tiga bagian. Selain pusat perbelanjaan, masing-masing bagian dari superblok ini juga menawarkan kantor dan hunian dengan konsep mix used dengan keunikannya masing-masing.
Dr (Hc) Ir Ciputra menambahkan bahwa Ciputra World juga tidak melulu membicarakan soal bisnis, akan tetapi ada nuansa seni yang kental. Untuk itulah, dia juga menyediakan sebuah museum seni dan auditorium di dalam superblock tersebut.
Auditorium tersebut berkapasitas 4000 orang. Selain itu, Ciputra World juga akan menyediakan trotoar selebar 10 meter dan terowongan bawah tanah sebagai akses dari dari Ciputra World 1 dan Ciputra World 3.
Dr (Hc) Ir Ciputra juga mengajak pemerintah agar berperan dalam mewujudkan impian tersebut. Salah satunya dengan cara menyediakan transportasi massal yang memadai.
“Selain cantik, Jakarta juga harus manusiawi bagi penduduknya. Ini yang menjadi persoalan besar bagi Jakarta, yakni bagaimana menata kota agar benar-benar layak huni,” katanya.
Usai berdiskusi, para tamu juga diajak berkeliling untuk melihat superblock Ciputra World. Acara hari itu juga berisi kunjungan ke lokasi proyek Ciputra World Jakarta. Proyek tersebut hanya berjarak beberapa meter dari lokasi bincang-bincang di Marketing Gallery Ciputra. (boni)